Dimanakah Akal Manusia?

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه، من يهده الله، فلا مضل له، ومن يضلل، فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد.

{قال الله تعالى … : وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {سورة البقرة : ٢٨٢

قال الله سبحانه و تعالى  :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ {سورة التحريم : ٦

Kita akan mencari tentang masalah عقل (baca: akal) dimana orang Indonesia menyebutnya “akal” sedangkan orang barat bilangnya “ratio”; “logic”; “mind”; etc.

Bagaimana menurut Allaah Yang Maha Benar tentang akal?

kita cari satu ayat yang mengandung kata عقل (baca: akal)…

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Artinya: “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai Jantung yang dengan itu mereka dapat berakal atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta itu adalah Jantung yang di dalam dada.” [Qs. Al-Hajj/22 : 46]

mari perhatikan kalimat :

لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا…

Artinya: “…mereka (manusia) mempunyai Jantung yang dengannya dapat digunakan untuk ber-Akal …” [Qs. Al-Hajj/22 : 46]

Pada masa Rasulullaah Saw, kondisi para sahabat sama saja dengan Nabi Saw, yang meyakini kemampuan akal itu adanya di Jantung (Qalb). Bahkan Jibril ‘alaihissalam pun meyakini akal itu terletak di Jantung dan memiliki potensi penting sehingga Jantung haruslah sehat dengan cara dibersihkan dan diisi dengan keimanan dan ilmu yang mengandung kebenaran serta manfaat dari Allaahu ‘Azza wa Jalla . Hal ini dapat mudah dicerna dari keterangan hadits berikut:

عن أنس، قال : كان أبي يحدث، أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال : فرج سقف بيتي وأنا بمكة، فنزل جبريل، ففرج صدري، ثم غسله من ماء زمزم، ثم جاء بطست من ذهب مملوء حكمة وإيمانا، فأفرغها في صدري، ثم أطبقه

Artinya: Dari Anas, katanya: Ayahku meriwayatkan dari Nabi Saw, bersabda: “Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Makkah, turunlah Jibril ‘alaihissalam, kemudian dibelahnya dadaku, lalu dicucinya dengan air Zamzam. Dibawalah sebuah bejana dari emas yang berisi ilmu hikmah dan keimanan, lalu dicurahkannya ke dalam dadaku. Kemudian dadaku dijahitnya. (Musnad Abi Ya’la Al-Mawshili; 3575)

Menelaah makna hadits di atas, betapa pentingnya peran Jantung atau Qalbu, baik dalam bentuk fisik (jasadiyah) dan metafisik (ruhiyah). Luar biasa! Bukanlah otak yang dicuci dan diisi dengan ilmu, akan tetapi Jantung yang ada di dalam dada, itulah Qalbu yang diisi dengan dua hal; 1) ilmu hikmah dan; 2) keimanan.

Masya Allaah, selama ini kampanye akademisi sekuler lebih banyak menyebutkan bahwa otak adalah tempatnya ilmu pengetahuan dan informasi itu dicurahkan ke dalam otak. Salah besar, tidaklah benar bila otak disebut tempatnya ilmu.

Padahal sesungguhnya di dalam ajaran Islam, tidak ada pemisahan! Sehingga, dalam pandangan Islam; iman dan ilmu itu memiliki tempat yang sama, yaitu di Jantung atau Qalbu.

Dengan bekal iman dan ilmu, kemampuan Qalbu yang berakal, bisa berpikir, bisa belajar, dan memahami itu menjadi sangatlah bermanfaat atas ijin Allaah Subhaanahu wa Ta’aala.

Bukti lainnya dimana sahabat Nabi Saw memikirkan sesuatu dalam sebuah situasi saling belajar, maka lintasan pikiran itu disebut dengan tegas melintas di Jantung atau Qalbu, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

عن ابن عمر، أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال يوما لأصحابه : “أنبئوني بشجرة تشبه الرجل المسلم، لا يتحات ورقها، تؤتي أكلها كل حين بإذن ربها”. فوقع في قلبي أنها النخلة، فكرهت أن أتكلم، وثم أبو بكر وعمر رضي الله عنهما، فلما لم يتكلما بشيء، قال النبي صلى الله عليه وسلم : “هي النخلة”.

Artinya: Dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Saw bertanya pada suatu hari kepada para sahabatnya: “Sebutkanlah padaku satu pohon di antara pepohonan yang keadaannya seperti seorang muslim. Tidak berguguran daun-daunnya. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim atas ijin Allaah.” Maka terlintaslah dalam Jantungku nama pohon itu ialah pohon kurma. Namun aku pikir malu untuk mengatakannya. Kemudian Abu Bakar dan Umar radhiyallaahu ‘anhuma menanyakannya di saat tidak ada seorang pun yang menjawabnya, berkatalah Nabi Saw, “pohon itu adalah pohon kurma.” (Kitab Makarim Al-Akhlaq;93)

Selanjutnya penegasan tentang Jantung atau Qalbu yang digunakan sebagai organ berakal dapat secara tegas dijelaskan dalam hadits berikut ini, dimana Jibril ‘Alaihissalam datang membawa Nabi Saw dan terjadilah dialog diantara keduanya.

ربيعة الجرشي، يقول : أتي النبي صلى الله عليه وسلم، فقيل له : لتنم عينك، ولتسمع أذنك، وليعقل قلبك، قال : “فنامت عيناي، وسمعت أذناي، وعقل قلبي” ، قال : فقيل لي : سيد بنى دارا فصنع مأدبة، وأرسل داعيا، فمن أجاب الداعي، دخل الدار، وأكل من المأدبة، ورضي عنه السيد، ومن لم يجب الداعي، لم يدخل الدار، ولم يطعم من المأدبة، وسخط عليه السيد، قال : “فالله : السيد، ومحمد : الداعي، والدار : الإسلام ، والمأدبة : الجنة “

Artinya: Rabi’ah Al-Jarsyi berkata, dibawalah Nabi Saw oleh Jibril ‘alaihissalam dikatakan padanya, “kedua matamu tidur, dan kedua telingamu mendengar, dan Jantungmu berpikir.” Kemudian beliau Saw berkata, “tertidurlah kedua mataku, dan mendengarlah kedua telingaku dan berpikirlah Jantungku.” (Kitab Sunan Ad-Darimi;11. Tafsir Ibnu Katsir;Surat Yunus ayat 25)

Perhatikan kalimat وليعقل قلبك yang diucapkan Jibril ‘alaihissalam kepada Nabi Saw. Ini merupakan kalimat yang berarti “dan pahamilah dengan Jantungmu”. Maksud dari ucapan itu adalah bahwa Jantung manusia adalah tempatnya akal atau عقل yang dapat digunakan untuk berpikir dan memahami. Sehingga, wajar bila Jibril mengatakan kalimat “dan pahamilah dengan Jantungmu” kepada Nabi Saw.

Selanjutnya perhatikan kalimat وعقل قلبي yang diucapkan oleh Nabi Saw yang berarti “dan Jantungku memahaminya”. Hal ini pun wajar karena Nabi Saw mengerti; Jantung adalah tempatnya akal atau عقل.

Thayb, demikian.. Wallaahu Akbar wa Lillaahil Hamdu.

Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin

Segala kebenaran hanyalah milik Allaah Subhaanahu wa Ta’aala.

Sedangkan setiap kesalahan dalam tulisan dan komen saya adalah murni tanggungjawab saya.

Kami minta maaf kepada rekan-rekan semua, semoga kita dapat berjumpa di akhirat dalam keridho’an Allaahu ‘Azza wa Jalla Pemilik seluruh alam semesta beserta isinya.

 أعوذ بالله من الشيطان الرجيم .الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ,  وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

آمين

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s